Informasi Resmi PPI Kab.Klaten

Scroll Text - http://www.marqueetextlive.com

Terbaru

Tugu Peluru Klaten, Kepahlawanan Heroik

Saya anak Klaten asli, dilahirkan dan dibesarkan di Klaten. Dari tahun 1950 pergi bekerja ke luar daerah dan pada tahun 1980 pulang Klaten karena sudah pensiun. Saya bangga tapi juga prihatin. Saya bangga karena Pemkab memberi nama jalan kepada para pahlawannya.

Antara lain Sersan Sadikin, Kopral Sayom dan Kopral Sudibyo yang gugur di medan laga melawan pasukan Belanda. Saya teman dan saksi hidup yang bisa bercerita dari A sampai Z. Namun sayang nama Jl Sersan Sadikin di perempatan GOR ke utara dan Jl Kopral Sayom ring road dan Jl Kopral Sudibyo sampai ke Desa Jetak lor, semuanya tidak nampak lagi.

Kedua, Tugu Peluru yang dibangun tahun 1948 dan dihancurkan tentara Belanda, sesudah penyerahan kepada Pemerintah Republik Indonesia akhir tahun 1949, tugu tersebut dibangun kembali. Tahun 2003 tugu direnovasi dan diberi relief.

Saya prihatin dan hati saya selalu galau melihat relief tersebut karena kejadiannya tidak seperti itu. Sekali lagi saya saksi hidup dan ikut mengangkat Mas Sayom yang gugur ditembus peluru Cal 12,7 dari pesawat Mustang Belanda.

Mohon Pemkab Klaten memberikan nama jalan pahlawannya yaitu API Suhardo yang gugur di medan laga saat bertempur melawan pasukan Belanda di atas jembatan Sobrah, jalan ke Jimbung. Salah satu saksi hidup Sdr Suroso sampai sekarang masih menyimpan peluru Belanda yang mengeram di dalam perutnya. Hal ini saya sampaikan agar generasi penerus mengerti sejarah pahlawan secara benar.

Soenarto
Jl Kopral Sayom 99 Klaten

***

SUMBER

Dialog Imajiner dengan Tuhan ( Sebuah Renungan )

Sore ini aku termenung, memikirkan semua yang kualami hari ini….

Aku mencoba untuk menemui Tuhan yang sedang sibuk melihat Ciptaan-Nya….

Aku : Selamat sore Tuhan, sekiranya Tuhan punya waktu sedikit aku ingin bertanya…

Tuhan : Waktu-Ku adalah KEKEKALAN, tidak ada masalah tentang waktu. Apa pertanyaanmu?

Aku: Terima kasih…. Apa yang PALING MENGHERANKAN bagi-Mu tentang kami “MANUSIA”?

Tuhan : Kalian itu makhluk yang “ANEH”….

#Pertama, suka MENCEMASKAN MASA DEPAN , sampai LUPA dengan HARI INI…Sehingga kalian LUPA BERSYUKUR dan BERUSAHA.

#Kedua, kalian HIDUP di dunia seolah-olah KEKAL TIDAK akan MATI. Kalian LEBIH BANYAK mengumpulkan BEKAL hidup di DUNIA, daripada BEKAL setelah MATI. Padahal hidup di DUNIA hanyalah SEMENTARA.

#Ketiga, kalian cepat BOSAN sebagai ANAK-ANAK dan TERBURU-BURU ingin DEWASA, namun setelah DEWASA kalian KEKANAK-KANAKAN : suka bertengkar, ngambek, dan ribut karena soal soal sepele.

#Keempat, kalian RELA KEHILANGAN KESEHATAN demi MENGEJAR UANG, tetapi kemudian membayar dengan UANG untuk mengembalikan KESEHATAN.

#Kelima, kalian lebih TABAH manakala Aku UJI dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT dibandingkan saat Aku uji dengan banyak harta dan kesehatan.

Kala kalian MELARAT dan SAKIT, kalian LEBIH DEKAT kepada-Ku dengan ibadah dan doa.

Padahal Aku SENANG bila kalian MENDEKAT kepada-Ku, tapi kalian tidak suka dengan KEMELARATAN dan PENYAKIT tersebut.

Hal-hal itulah yang membuat hidup kalian SUSAH.

Aku : Lantas apa nasihat Tuhan agar kami bisa hidup BAHAGIA ?

Tuhan : Sebenarnya semua nasihat sudah pernah diberikan.

Inilah satu lagi keanehan kalian : SUKA MELUPAKAN nasihat-Ku.

Baiklah Ku ulangi lagi ya beberapa nasehat yg penting:

1.Ingat : “SIAPA” yang kalian miliki itu LEBIH BERHARGA dari pada “APA” yang kalian punyai.

Memilik “SIAPA” akan mendatangkan “APA”, Kehilangan “SIAPA” akan kehilangan “APA” juga…Tetapi bila kamu kehilangan “APA” masih ada “SIAPA” yang akan membantumu.

Jadi, PERBANYAKLAH teman, JAUHI permusuhan…

2. Jangan bodoh dengan CEMBURU dan membandingkan yang dimiliki orang lain, BERSYUKURLAH dengan apa yang telah kalian terima. Karena semuanya akan ditanya DARIMANA kamu dapatkan dan UNTUK APA dibelanjakan.

3. Ingat orang KAYA bukanlah dia yang berhasil mengumpulkan harta yang paling banyak, tetapi adalah dia yang PALING “SEDIKIT” MEMERLUKAN hartanya, sehingga masih sanggup MEMBERI kepada sesamanya.

*dari berbagai sumber

Dengar Pendapat bersama Kepala Disbudparpora Kab.Klaten

Sobat PPI, pada hari Jum’at kemarin (2 Februari 2012) Pengurus PPI yang dalam hal ini diwakili oleh Ketua PPI, Naufan Azim H, Sekertaris PPI, dan beberapa koordinator Departemen berkesempatan untuk melakukan dengar pendapat dengan kepala Disbudparpora yang baru. Dalam pertemuan kali ini, PPI diakomodasi oleh Kasie Pemuda dan Olahraga, Bapak Sudibyo.

Pertemuan kali ini merupakan ajang pengenalan PPI kepada Kepala Disbudparpora yang baru yang diharapkan nanti dalam setiap event kepemudaan, PPI bisa menjadi bagian didalamnya.

Dalam kesempatan kali ini, kepala Disbudparpora berpesan kepada para pengurus PPI agar menjadi pemuda generasi bangsa yang tahu diri akan sejarah dan budaya sendiri. Mempunyai jiwa nasionalisme dan patriotisme dan mampu menjadi generasi penerus bangsa yang bisa membawa perubahan untuk bangsa yang lebih baik. Beliau juga berpesan agar dalam setiap kegiatannya, PPI selalu mengedepankan jiwa kebangsaan yang tinggi dengan tidak melupakan nilai-nilai luhur perjuangan bangsa serta nilai budaya yang ada. Menjadi pemuda yang mempunyai karakter dan bersikap bijaksana dalam setiap tindakannya.

Kisah Koin Penyok

Alkisah, seorang lelaki keluar dari pekarangan rumahnya, berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Sudah cukup lama ia menganggur. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Sementara para tetangganya sibuk memenuhi rumah dengan barang-barang mewah, ia masih bergelut memikirkan cara memenuhi kebutuhan pokok keluarganya, sandang dan pangan. Anak-anaknya sudah lama tak dibelikan pakaian, istrinya sering marah-marah karena tak dapat membeli barang-barang rumah tangga yang layak. Laki-laki itu sudah tak tahan dengan kondisi ini, dan ia tidak yakin bahwa perjalanannya kali inipun akan membawa keberuntungan, yakni mendapatkan pekerjaan.

Ketika laki-laki itu tengah menyusuri jalanan sepi, tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu. Karena merasa penasaran ia membungkuk dan mengambilnya. “Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok-penyok, “ gerutunya kecewa. Meskipun begitu ia membawa koin itu ke sebuah bank. “Sebaiknya koin in Bapak bawa saja ke kolektor uang kuno,” kata teller itu memberi saran. Lelaki itupun mengikuti anjuran si teller, membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, si kolektor menghargai koin itu senilai 30 dollar. Begitu senangnya, lelaki tersebut mulai memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan rejeki nomplok ini.

Ketika melewati sebuah toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu sedang diobral. Dia bisa membuatkan beberapa rak untuk istrinya karena istrinya pernah berkata mereka tak punya tempat untuk menyimpan jambangan dan stoples. Sesudah membeli kayu seharga 30 dollar, dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang. Di tengah perjalanan dia melewati bengkel seorang pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu yang dipanggul lelaki itu. Kayunya indah, warnanya bagus, dan mutunya terkenal. Kebetulan pada waktu itu ada pesanan mebel. Dia menawarkan uang sejumlah 100 dollar kepada lelaki itu. Terlihat ragu-ragu di mata laki-laki itu, namun pengrajin itu meyakinkannya dan dapat menawarkannya mebel yang sudah jadi agar dipilih lelaki itu. Kebetulan di sana ada lemari yang pasti disukai istrinya.Dia menukar kayu tersebut dan meminjam sebuah gerobak untuk membawa lemari itu. Dia pun segera membawanya pulang. Di tengah perjalanan dia melewati perumahan baru. Seorang wanita yang sedang mendekorasi rumah barunya melongok keluar jendela dan melihat lelaki itu mendorong gerobak berisi lemari yang indah. Si wanita terpikat dan menawar dengan harga 200 dollar. Ketika lelaki itu nampak ragu-ragu, si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dollar. Lelaki itupun setuju. Kemudian mengembalikan gerobak ke pengrajin dan beranjak pulang.

Di pintu desa dia berhenti sejenak dan ingin memastikan uang yang ia terima. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dollar. Pada saat itu seorang perampok keluar dari semak-semak, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istri si lelaki kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya seraya berkata, “Apa yang terjadi? Engkau baik2 saja kan ? Apa yang diambil oleh perampok tadi?” Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, “Oh, bukan apa-apa.. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi”.

Bila Kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita bersyukur atas segala karunia hidup yang telah Tuhan berikan pada kita, karena ketika datang dan pergi kita tidak membawa apa-apa.

Semoga kita menyadari hal demikian…. dan Jika Kita Menyadarinya, maka Dunia ini dan kehidupan kita akan Indah… ^_^

berbagai sumber.

DUPLIKAT BENDERA PUSAKA ITU JUGA SUDAH MENJADI “PUSAKA”

Bendera Pusaka yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan Disimpan di Monumen Nasional

Bendera Pusaka yang dikibarkan pada tanggal 17 Agustus 1945 dan Disimpan di Monumen Nasional

Tahukan Kalian jika Bendera yang Dikibarkan di Istana Negara adalah Duplikat ke-II dari Bendera Pusaka???

Penyerahan Duplikat Bendera Pusaka oleh Presiden Soeharto

Penyerahan Duplikat Bendera Pusaka oleh Presiden Soeharto

Karena dikibarkan di tiang 17 Istana Merdeka setiap upacara 17Agustus, bendera pusaka yang usianya sudah sangat tua mulai robek dikeempat sudutnya. Pada bulan Agustus 1968, Husein Mutahar sudah diberitahu oleh Presiden Soeharto tentang rencana pembuatan duplikat bendera pusaka. Tapi ia mengusulkan agar penggantian dilakukan padatahun berikutnya, 1969, karena bendera pusaka harus tetap dikibarkan saat Soeharto memulai jabatan Presiden RI.

Pada tahun 1969,pembuatan bendera duplikat disetujui. Dalam usulannya,Mutahar meminta agar duplikat bendera pusaka dibuat dengan tiga syarat,yakni:(1)bahannya dari benang sutera alam, (2) zat pewarna dan alat tenunnya asli Indonesia, dan (3) kain ditenun tanpa jahitan antara merah dan putihnya.Sayang, gagasan itu tidak semuanya terpenuhi karena keterbatasan yang ada. Pembuatan duplikat bendera pusaka itu memang terlaksana, dan dikerjakan oleh Balai Penelitian Tekstil Bandung,dibantu PT Ratna diCiawi Bogor. Syarat yang ditentukan Mutahar tidak terlaksana karena bahan pewama asli Indonesia tidak memiliki warna merah standar bendera.Sementara penenunan dengan alat tenun asli bukan mesin akan memakan waktu terlalu lama, sedangkan bendera yang akan dibuat jumlahnya cukup banyak. Duplikat akhimya dibuat dengan bahan sutera,namun menggunakan bahan pewarna impor dan ditenun dengan mesin.Bendera duplikat itu kemudian dibagi-bagikan ke seluruh daerah tingkat I, tingkat II dan perwakilan Indonesia di luar negeri pada 5 Agustus1969.

Namun,untuk pengibaran pada tanggal 17 Agustus 1969 di IstanaMerdeka,sebelumnya telah dibuat sebuah duplikat bendera pusaka lain dengan bahan yang tersedia, yakni dari kain bendera (wool) yang berwarna merah dan putih kekuning kuningan. Karena lebar kainnya hanya50cm, setiap bagian merah dan putih bendera itu terdiri dari masing-masing tiga potongan kain memanjang. Seluruh potongan itu disatukan dengan mesin jahit dan pada salah satu bagian pinggirnya dipasangi sepotong tali tambat.Pemasangannya di tali tiang tidak satu persatu (seperti pada duplikat bendera pusaka hasil karya Balai Penelitian Tekstil), tapi cukup diikatkan pada kedua ujung tali tambatnya. Ketidaksamaan bentuk tali pengikat antara duplikat bendera pusaka di Istana Merdeka dengan duplikat bendera pusaka yang dibagikan ke daerah, seringkali menimbulkan masalah. Dalam pengibaran bendera pusaka di daerah, terjadi ketidak praktisan saat mengikat tali tambatyang jumlahnya banyak. Hal itu sering membuat waktu yang dibutuhkanuntuk mengikat menjadi sangat lama, belum lagi kemungkinan terjadi kesalahan sehingga bendera berbelit sewaktu dibentang sebelum dinaikkan.

Padatahun 1984, setelah dikibarkan di Istana Merdeka setiap tanggal 17 Agustus selama 15 kali,bendera duplikat yang terbuat dari kain woolitu pun terlihat terlihat mulai renta. Mutahar yang menonton upacara pengibaran bendera oleh Paskibraka melalui pesawat televisi,tiba-tibadi kejutkan dengan celetukan ‘cucunya’. “Eyang, kok benderanya sudah tua, apa nggak robek kalau ditiup angin,“kata sang cucu. “Masya Allah.Aku baru sadar kalau ternyata bendera duplikat itu usianya sudah 15 tahun. Maka, siang itu juga aku mengetik surat yang kutujukan pada Pak Harto. Isinya mengingatkan beliau bahwa bendera duplikat yang dikibarkan di Istana sudah harus ‘pensiun’ dan apa mungkin bila dibuatkan duplikat yang baru,” papar Mutahar. Ternyata,Pak Harto membaca surat itu dan memenuhi permintaan Mutahar.”Allah Maha Besar karena suratku diperhatikan oleh Pak Harto,” kenang Mutahar.Maka, pada tahun 1985 bendera duplika tkedua mulai dikibarkan,sementara bendera duplikat pertama yang terbuat dari kain wool kini disimpan dalam museumdi Taman Mini Indonesia Indah(TMII).

Bendera duplikat kedua untuk seterusnya menjadi bendera yang dikibarkan setiap 17 Agustus sampai saat ini. Mengingatusianya yang juga sudah ‘renta’ yakni 22 tahun, ada baiknya Presiden RI kembali diingatkan untuk memeriksa apakah bendera duplikat kedua itumasih layak untuk dikibarkan. Bila tidak, sudah waktunya pulabendera itu diistirahatkan dan ditempatkan di museum mendampingi duplikat pertama.Sementara untuk pengibaran di Istana Merdeka, bisadi buatkan duplikat yang baru dengan bahan yang lebih baik dan tahan lama.

Sumber : Buletin Paskibraka 78, Edisi Juni 2007

Jadi Orang Baik itu Gampang

Pada suatu hari, Confusius berkata, “Kita boleh berbuat apa saja, semua kita, seumur hidup kita; mencuri, menyiksa, menipu.. Pokoknya, apa saja!”

 

Salah seorang muridnya bertanya, “Master, kok enak sekali ya. Tapi, apakah ada syaratnya?”

 

Jawab Confusius, “Syaratnya sangat ringan, kok. Kalian boleh berbuat jahat seumur hidup kalian, tetapi cukup satu hari saja sebelum meninggal dunia, jadilah orang baik!”

 

Murid yang lain segera menanggapi, “Tapi Master! Kita kan tidak tahu, kapan kita akan meninggal dunia?”

 

Kata Confusius, “Oleh karena itu, anggaplah besok kamu akan meninggal dunia. Jadilah orang baik hari ini..!! Mudah kan? Jalani ya..”

PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA NOMOR 39 TAHUN 2008 TENTANG PEMBINAAN KESISWAAN

PERATURAN

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 39 TAHUN 2008

TENTANG

PEMBINAAN KESISWAAN

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

Menimbang :

a. bahwa untuk mengembangkan potensi siswa sesuai dengan fungsi dan tujuan pendidikan nasional, yaitu siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warganegara yang demokratis serta bertanggungjawab, diperlukan pembinaan kesiswaan secara sistematis dan berkelanjutan;

bbahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pembinaan Kesiswaan;

Mengingat :

1. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 78 Tahun 2003, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4301);

2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)

3. Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4496);

4. Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008;

5. Keputusan Presiden Nomor 187/M Tahun 2004 mengenai pembentukan Kabinet Indonesia Bersatu sebagaimana telah

beberapa kali diubah terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 77/P Tahun 2008;

6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 14 tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah;

7. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

9. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah yang telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 6 Tahun 2007;

10. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 34 Tahun 2006 tentang Pembinaan Prestasi Peserta Didik;

11. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah;

MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL TENTANG PEMBINAAN KESISWAAN.

 

BAB I

TUJUAN, SASARAN DAN RUANG LINGKUP

Pasal 1

Tujuan pembinaan kesiswaan :

a. Mengembangkan potensi siswa secara optimal dan terpadu yang meliputi bakat, minat, dan kreativitas;

b. Memantapkan kepribadian siswa untuk mewujudkan ketahanan sekolah sebagai lingkungan pendidikan sehingga terhindar dari usaha dan pengaruh negatif dan bertentangan dengan tujuan pendidikan;

c. Mengaktualisasikan potensi siswa dalam pencapaian prestasi unggulan sesuai bakat dan minat;

d. Menyiapkan siswa agar menjadi warga masyarakat yang berakhlak mulia, demokratis, menghormati hak-hak asasi manusia dalam rangka mewujudkan masyarakat madani (civil society).

 

Pasal 2

Sasaran pembinaan kesiswaan meliputi siswa taman kanak-kanak (TK), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), sekolah dasar (SD), sekolah dasar luar biasa (SDLB), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah pertama luar biasa (SMPLB), sekolah menengah atas (SMA), sekolah menengah atas luar biasa (SMALB), dan sekolah menengah kejuruan (SMK).

Pasal 3

(1) Pembinaan kesiswaan dilaksanakan melalui kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler;

(2) Materi pembinaan kesiswaan meliputi :

a. Keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa;

b. Budi pekerti luhur atau akhlak mulia;

c. Kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara;

d. Prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat;

e. Demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural;

f. Kreativitas, keterampilan, dan kewirausahaan;

g. Kualitas jasmani, kesehatan, dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi ;

h. Sastra dan budaya;

i. Teknologi informasi dan komunikasi;

j. Komunikasi dalam bahasa Inggris;

(3) Materi pembinaan kesiswaan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dijabarkan lebih lanjut dalam jenis-jenis kegiatan sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan ini.

(4) Jenis kegiatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat dikembangkan oleh sekolah.

BAB III

ORGANISASI

Pasal 4

(1) Organisasi kesiswaan di sekolah berbentuk organisasi siswa intra sekolah.

(2) Organisasi kesiswaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan organisasi resmi di sekolah dan tidak ada hubungan organisatoris dengan organisasi kesiswaan di sekolah lain.

(3) Organisasi siswa intra sekolah pada SMP, SMPLB, SMA, SMALB dan SMK adalah OSIS.

(4) Organisasi siswa intra sekolah pada TK, TKLB, SD, dan SDLB adalah organisasi kelas.

BAB IV

TANGGUNG JAWAB

PEMBINAAN KESISWAAN 4

Pasal 5

(1) Pembinaan kesiswaan di sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah.

(2) Pembinaan kesiswaan di kecamatan menjadi tanggung jawab unit kerja yang menangani pendidikan di kecamatan.

(3) Pembinaan kesiswaan di kabupaten/kota menjadi tanggung jawab unit kerja yang menangani pendidikan di kabupaten/kota.

(4) Pembinaan kesiswaan di propinsi menjadi tanggung jawab unit kerja yang menangani pendidikan di propinsi.

(5) Pembinaan kesiswaan secara nasional menjadi tanggung jawab Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional.

BAB V

PENDANAAN

Pasal 6

(1) Pendanaan pembinaan kesiswaan di sekolah dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS).

(2) Pendanaan pembinaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan sumber lain yang tidak mengikat.

BAB VI

PENUTUP

Pasal 7

Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini, Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0461/U/1984 tentang Pembinaan Kesiswaan dan semua peraturan pelaksanaannya dinyatakan tidak berlaku.

Pasal 8

Peraturan Menteri ini berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 22 Juli 2008

MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL,

TTD.

BAMBANG SUDIBDYO 

LAMPIRAN PERATURAN MENTERI PENDIDIKAN NASIONAL

NOMOR 39 TAHUN 2008 TANGGAL 22 JULI 2008

MATERI PEMBINAAN KESISWAAN

1.Pembinaan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, antara lain :

a. Melaksanakan peribadatan sesuai dengan ketentuan agama masing-masing;

b. Memperingati hari-hari besar keagamaan;

c. Melaksanakan perbuatan amaliah sesuai dengan norma agama;

d. Membina toleransi kehidupan antar umat beragama;

e. Mengadakan kegiatan lomba yang bernuansa keagamaan;

f. Mengembangkan dan memberdayakan kegiatan keagamaan di sekolah.

2.Pembinaan budi pekerti luhur atau akhlak mulia, antara lain :

a. Melaksanakan tata tertib dan kultur sekolah;

b. Melaksanakan gotong royong dan kerja bakti (bakti sosial);

c. Melaksanakan norma-norma yang berlaku dan tatakrama pergaulan;

d. Menumbuhkembangkan kesadaran untuk rela berkorban terhadap sesama;

e. Menumbuhkembangkan sikap hormat dan menghargai warga sekolah;

f. Melaksanakan kegiatan 7K (Keamanan, kebersihan, ketertiban, keindahan, kekeluargaan, kedamaian dan kerindangan).

3.Pembinaan kepribadian unggul, wawasan kebangsaan, dan bela negara, antara lain :

a. Melaksanakan upacara bendera pada hari senin dan /atau hari sabtu, serta hari-hari besar nasional;

b. Menyanyikan lagu-lagu nasional (Mars dan Hymne);

c. Melaksanakan kegiatan kepramukaan;

d. Mengunjungi dan mempelajari tempat-tempat bernilai sejarah;

e. Mempelajari dan meneruskan nilai-nilai luhur, kepeloporan, dan semangat perjuangan para pahlawan;

f. Melaksanakan kegiatan bela negara;

g. Menjaga dan menghormati simbol-simbol dan lambang-lambang negara;

h. Melakukan pertukaran siswa antar daerah dan antar negara.

4.Pembinaan prestasi akademik, seni, dan/atau olahraga sesuai bakat dan minat, antar lain :

a. Mengadakan lomba mata pelajaran/program keahlian;

b. Menyelenggarakan kegiatan ilmiah;

c. Mengikuti kegiatan workshop, seminar, diskusi panel yang bernuansa ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek);

d. Mengadakan studi banding dan kunjungan (studi wisata) ke tempat-tempat sumber belajar;

e. Mendesain dan memproduksi media pembelajaran;

f. Mengadakan pameran karya inovatif dan hasil penelitian;

g. Mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan sekolah;

h. Membentuk klub sains, seni dan olahraga;

i. Menyelenggarakan festival dan lomba seni;

j. Menyelenggarakan lomba dan pertandingan olahraga.

5.Pembinaan demokrasi, hak asasi manusia, pendidikan politik, lingkungan hidup, kepekaan dan toleransi sosial dalam konteks masyarakat plural, antara lain :

a. Memantapkan dan mengembangkan peran siswa di dalam OSIS sesuai dengan tugasnya masing-masiang;

b. Melaksanakan latihan kepemimpinan siswa;

c. Melaksanakan kegiatan dengan prinsip kejujuran, transparan, dan profesional;

d. Melaksanakan kewajiban dan hak diri dan orang lain dalam pergaulan masyarakat;

e. Melaksanakan kegiatan kelompok belajar, diskusi, debat dan pidato;

f. Melaksanakan kegiatan orientasi siswa baru yang bersifat akademik dan pengenalan lingkungan tanpa kekerasan;

f. Melaksanakan penghijauan dan perindangan lingkungan sekolah.

6.Pembinaan kreativitas, keterampilan dan kewirausahaan, antara lain :

a. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan dalam menciptakan suatu barang menjadi lebih lebih berguna;

b. Meningkatkan kreativitas dan keterampilan di bidang barang dan jasa;

c. Meningkatkan usaha koperasi siswa dan unit produkdsi;

d. Melaksanakan praktek kerja nyata (PKN)/pengalaman kerja lapangan (PKL)/praktek kerja industri (Prakerim);

e. Meningkatkan kemampuan keterampilan siswa melalui sertifikasi kompetensi siswa berkebutuhan khusus;

7.Pembinaan kualitas jasmani, kesehatan dan gizi berbasis sumber gizi yang terdiversifikasi antara lain :

a. Melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat;

b. Melaksanakan usaha kesehatan sekolah (UKS);

d. Melaksanakan pencegahan penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (narkoba), minuman keras, merokok, dan HIV AIDS;

e. Melaksanakan hidup aktif;

f. Melakukan diversifikasi pangan;

g. Melaksanakan pengamanan jajan anak sekolah.

8.Pembinaan sastra dan budaya, antara lain :

a. Mengembangkan wawasan dan keterampilan siswa di bidang seni dan sastra;

b. Menyelenggarakan festival/lomba, sastra dan budaya;

c. Meningkatkan daya cipta sastra;

d. Meningkatkan apresiasi budaya.

9.Pembinaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), antara lain :

a. Memanfaatkan TIK untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran;

b. Menjadikan TIK sebagai wahana kreativitas dan inovasi;

c. Memanfaatkan TIK untuk meningkatkan integritas kebangsaan.

10.Pembinaan komunikasi dalam bahasa inggris, antara lain

a. Melaksanakan lombat debat dan pidato;

b. Melaksanakan lomba menulis dan korespodensi;

c. Melaksanakan kegiatan English Day;

d. Melaksanakan kegiatan bercerita dalam bahasa inggris (Story Telling);

e. Melaksanakan lomba puzzies words/scrabble.